Williamstown

Hello, winter season! It’s been a very cold day outside, really I mean it. Haha. This week, in a freezing day, I traveled from a southern suburb to a north suburb in Melbourne. It was a long journey but I enjoyed it so much.

Halo, musim dingin! Musim yang benar-benar luar biasa dingin, haha. Minggu ini, di hari yang dingin, saya melakukan perjalanan dari suburb paling selatan menuju suburb paling utara di Melbourne. Sebuah perjalanan wisata yang memakan waktu agak lama tapi seru bagi saya.

IMG_6666

 

From Flinders Station, I took a train heading to Williamstown. Williamstown has 3 suburban railway stations: North Williamstown, Williamstown Beach, and Williamstown.  I got off the train in Williamstown Beach Station but I suggest you to get off in Williamstown Station (the last stop) because actually it is closer to Hobsons Bay. And don’t forget to bring your coat if you travel in winter due to the freezing wind. :p

Dari Flinders Station, saya naik kereta menuju Williamstown. Williamstown memiliki 3 stasiun di wilayahnya yaitu North Williamstown, Williamstown Beach, dan Williamstown. Saya turun di Williamstown Beach Station tapi saya sarankan sebaiknya turun di Williamstown Station (stasiun pemberhentian terakhir) karena lebih dekat ke Hobsons Bay. Dan jangan lupa bawa jaket kalau berwisata di musim dingin karena anginnya benar-benar…. Brrrrrr… :p

 

So here my winter travel story is…

Dan inilah cerita wisata musim dingin saya… 

 

 

Williamstown , or William’s Town to use its original spelling of the 1830s and IMG_66351840s, was named for the British sovereign, King William the fourth, on Native
Settlement April 10, 1837. The home of the Victorian Navy, it was the first navy created on the continent of Australia and today it is still a vital construction centre for Australia’s naval defences. It was originally considered for the site of the government facilities being close to where vessels could anchor as the River Yarra was too narrow and full of tree snags to allow anything but very small vessels to navigate. However,  a lack of adequate fresh water at William’s Town determined that Melbourne be the government centre.

Pemberian nama Williamstown atau William’s Town (ejaan asli di tahun 1830an dan 1840an) untuk menghormati King William ke empat di British, tertuang di Native Settlement pada 10 April 1837. Dulunya “rumah” angkatan laut Victoria ini adalah angkatan laut pertama di Australia dan sampai sekarangpun masih menjadi pusat konstruksi vital bagi pertahanan laut Australia. Williamstown sempat dipertimbangkan sebagai wilayah pemerintahan karena lebih dekat dengan area dimana kapal-kapal bisa berlabuh dibanding River Yarra yang terlalu sempit dan terhalang pepohonan sehingga menyulitkan kapal untuk berlabuh. Namun karena tidak adanya fasilitas air bersih yang memadai, Melbourne kemudian dipilih sebagai wilayah pusat pemerintahan.

 

Williamstown has so many interesting place to visit. You can go to the Information Centre at Syme Street to decide which place you want to go first.

Williamstown memiliki banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Kamu bisa mendatangi Information Centre yang berada di Syme Street untuk menentukan tempat pertama yang ingin kamu kunjungi.

IMG_6645

 

I began my travel walk from John Morley Reserve. It such a beautiful place to sit enjoy the sea in front of you. There you can also see The Cannons. The large Armstrong cannons (1864) were placed in the years after the Crimean War, to repel a possible Russian naval offence. This never came, and the two mighty guns have never been fired in anger.

IMG_6648

 

Saya mulai jalan kaki dari John Morley Reserve. Tempat ini sangat wow! Kamu bisa duduk dan menikmati pemandangan laut di depanmu. Di sana kamu juga bisa melihat The Cannons. Canon raksasa (1864) ini ditempatkan pada tahun setelah Crimean War untuk mengantisipasi kemungkinan serangan angkatan laut Rusia. Nyatanya serangan tersebut tidak pernah datang dan kedua senjata tersebut tidak pernah diaktifkan.

 

IMG_6662

 

From John Morley Reserve, I continued walking to Ferguson St Pier. There is a yatch club named Hobsons Bay Yatch Club established in 1888. I saw many yatchs parked along the pier and I was thinking how to grab one of them, LoL! Anyway, this is a good place to take pictures. You can see Melbourne City across the sea. A wonderful view!IMG_6637

 

Dari John Morley Reserve, saya lanjut berjalan kaki ke Ferguson St Pier. Di sana terdapat sebuah klub yatch bernama Hobsons Bay Yatch Club yang didirikan pada tahun 1888. Saya melihat banyak sekali yatch diparkir di sepanjang dermaga dan mulai berpikir bagaimana membawa pulang salah satu dari yatch tersebut, haha! Tempat ini adalah tempat yang tepat untuk mengambil foto. Kamu juga bisa melihat Melbourne City jauh di seberang laut. Pemandangan yang mantab!

IMG_6669

 

 

 

Church of England Precinct was one of the few Welsh Calvinist churches to be built in Australia.

Church of England Precint, salah satu gereja Welsh Calvinist yang didirikan di Australia.

 

 

IMG_6636

 

 

My next destination was Commonwealth Reserve. This is Williamstown’s ‘village green’ which was the site of Melbourne’s first pier. And yes it is so green and clean! The giant anchor from the Victorian naval ship Nelson is located here. Next to the anchor, you will see The Tide Gauge House. This small building was built in the late 1850s by convict labour from the old prison hulks, and originally stood at Point Gellibrand. It was moved to Commonwealth Reserve in 1955.IMG_6667

 

Tempat tujuan selanjutnya adalah Commonwealth Reserve. Tempat ini adalah ‘desa hijau’ Williamstown yang juga merupakan dermaga pertama di Melbourne. Sangat hijau dan bersih! Di sini terdapat IMG_6665monumen jangka raksasa dari kapal laut Victorian bernama Nelson. Di samping
monument jangka ini, kamu akan menjumpai The Tide Gauge House. Bangunan kecil ini dibangun pada akhir tahun 1850an oleh narapidana di kapal penjara tua dan aslinya berada di Point Gellibrand yang kemudian dipindah ke Commonwealth Reserve pada tahun 1955.

 

There was still 1 more place to visit, the Museum. But unfortunately it was not open when I came and it only opens on 1st and 3rd Sundays from 2PM to 5PM. Hmmm.. that’s okay. Then I changed direction back to Nelson Place and picked a restaurant to had a late lunch. Haha!

Sebenarnya masih ada 1 tempat lagi yang ingin saya kunjungi, Museum. Tapi sayangnya museum tersebut tutup dan hanya buka pada hari Minggu pertama dan ketiga dari jam 14.00-15.00. Hmmm… tak apalah. Saya ganti arah kembali ke Nelson Place dan memilih sebuah restoran untuk makan siang, haha!

 

See you on the next travel story, Bloggers!

Sampai jumpa di kisah wisata selanjutnya, Bloggers!IMG_6643

 

*Thanks to Information Centre for the resources! 🙂

*Terima kasih untuk Information Centre atas sumbernya! 🙂

Advertisements

One thought on “Williamstown

  1. Pingback: Williamstown

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s