Travel Talk Show & Gathering

Saturday afternoon. 

Sabtu siang.

I got off the bus rushing to my house. I changed my cloth in hurry then.. in a blink of an eye, I was on my bike with my friend going to Jogja (Repoeblik Nongkrong) for a talk show. Oh my Gosh.. the journey was really “something”. We hit the road approx. 100km/h because we only had one and half hour to reach Jogja from Salatiga. While my friend hoped we could get there on time, I prayed we could get there SAFE! Thanks God, He listened to our both prayers. 

Dengan terburu-buru, saya turun dari bis berjalan menuju ke rumah. Lalu saya mengganti pakaian secepatnya dan… dalam sekejab, saya sudah di atas motor bersama teman saya untuk datang ke sebuah talk show di Jogja (Repoeblik Nongkrong). Ya Tuhan… perjalanan itu sangat “sesuatu”. Kami berkendara sekitar 100 km/jam karena waktu tinggal 1,5 jam sebelum acara dimulai. Selama di perjalanan, teman saya berharap kami akan sampai di sana tepat waktu sementara doa saya cukup sampai di sana dengan selamat! Puji Tuhan, Ia mendengar doa kami berdua.

You may be curious about what kind of talk show that turned my friend and I into MotoGP riders at that time, haha! It was Travel Gathering & Travel Talk Show. Some friends frowned and thought we were so ridiculous to travel there only for a travel talk show. But who cares? We’re both lovers of traveling! 

Kamu mungkin penasaran acara talk show apa yang sampai membuat kami berubah menjadi pembalap MotoGP di jalanan saat itu, haha! Acara itu adalah Travel Gathering & Travel Talk Show. Beberapa teman kami cuma mengerutkan dahi dan berpikir kami konyol karena bepergian ke sana hanya untuk sebuah talk show perjalanan. Tapi siapa peduli? Kami berdua pecinta jalan-jalan!

Session I: Flashpacking

Sesi I: Flashpacking

IMG_0292

Mbak Deedee lagi memaparkan materinya.

For the first time of my life, I just heard the word of ‘flashpacking’ there. (Hello, where have I been???). The speaker of this session was Deedee Caniago, a world wide traveler, a famous travel book writer, and of course.. a flashpacker as well. 

Untuk pertama kali dalam hidup, saya baru mendengar kata ‘flashpacking’ di sana. (Halo, kemana saja saya?). Pembicara sesi ini adalah Deedee Caniago, seorang pelancong dunia, penulis buku perjalanan yang terkenal, dan tentunya.. seorang flashpacker juga. 

Flashpacking is a new type of backpacking. The difference between them is flashpacking pays on experience while backpacking concerns on budget. We can say that flashpackers put attention on the quality of the journey. They don’t prioritize budget but they still try to keep the budget low. 

Flashpacking adalah sebuah tipe baru backpacking. Perbedaannya adalah kalau flashpacking menekankan pada pengalaman sementara backpacking lebih ke anggaran. Kita bisa bilang flashpacker adalah lebih fokus pada kualitas perjalanan itu sendiri. Mereka tidak mengutamakan anggaran tapi tetap mencoba untuk menjaga anggaran serendah mungkin. 

Deedee also talked about international trip preparation tips which I believed it would be very useful for my upcoming trip to India haha! She explained some checklists to be prepared before going abroad such as destination, itinerary, departure date, accommodation, transportation, telecommunication, and travel-mates!

Deedee juga berbicara tentang tips persiapan perjalanan internasional yang saya yakin informasinya akan berguna untuk perjalanan saya ke India besok haha! Ia menjelaskan beberapa hal yang harus disiapkan sebelum berangkat ke luar negeri seperti tujuan, rencana perjalanan, tanggal keberangkatan, akomodasi, transportasi, telekomunikasi, dan teman seperjalanan!

Know your travel-mates! There are 3 kinds of travel-mates:

Kenali teman seperjalananmu! Ada 3 jenis teman seperjalanan:

  1. Geeky – a person who is very obsessed with gadget and always keeps posting status, picture, etc on social media. // Geeky – seseorang yang terobsesi dengan gadget dan selalu update status, foto, dan lain-lain di media sosial.
  2. Minted – a person who is segmented/selective, has higher standard to determine his/her travel options.  // Minted – seseorang yang pemilih, memiliki standar lebih tinggi dalam memilih alternatif perjalanan.
  3. Savvy – a person who travels for experience, the goal is to get the meaning of the journey itself. // Savvy- seseorang yang melakukan perjalanan untuk pengalaman, tujuannya adalah mendapatkan makna dari perjalanan itu sendiri.

Which type am I? I could say I’m a 60% savvy, 30% geeky, and 10% minted. :p 

Masuk ke tipe mana saya? Bisa dibilang saya 60% savvy, 30% geeky, dan 10% minted. :p

Session II: Healthy Travel Tips

Sesi II: Tips Perjalanan Sehat

Dr. Chandra Arifa said that in addition to budget, “being healthy is the second main thing when you travel”. This is so true! Imagine that you have prepared everything well but then you get sick suddenly. That will be a bad travel memory, won’t it? 

Dr. Chandra Arifa mengatakan bahwa selain anggaran, “sehat adalah hal utama kedua ketika bepergian”. Ini benar! Bayangkan ketika kamu sudah mempersiapkan segalanya dengan baik tapi tiba-tiba kamu sakit. Itu akan menjadi kenangan perjalanan yang buruk ya kan?

She shared some information about what medicine that you should bring, common disease that may affect when you travel to a new place, common causes of traveler death, health insurance, etc. 

Ia berbagi informasi tentang obat-obatan apa yang seharusnya dibawa, penyakit umum yang dapat menyerangmu ketika bepergian ke lingkungan baru, penyebab umum kematian para pelancong, asuransi kesehatan, dan lain-lain. 

Hmmmm… noted! 

Hmmmm… tercatat! 

Session III: Travel Writing 

Sesi III: Tulisan Perjalanan 

IMG_0312

Para peserta talkshow! (Foto dari @iamMariza)

As a travel book writer, Deedee taught us how to write a travel story. It must be unique, share the joy of traveling, etc. The proportion should be 70% experience and 30% informative.

Sebagai seorang penulis buku perjalanan, Deedee mengajarkan bagaimana menulis kisah perjalanan. Kisah itu harus unik, membagi kesenangan perjalanan, dan lain-lain. Proporsinya sebaiknya 70% pengalaman dan 30% bersifat informatif. 

Why should you share ‘the joy’? The answer is when people read your story, they want a positive sense instead of negative sense. If your travel doesn’t go well and bad moment occurs, you have to manage the story to be a good lesson to be learnt in positive perspective. 

Kenapa kamu harus membagi kesenangan? Jawabannya, ketika orang membaca ceritamu, mereka ingin energi positif ketimbang energi negatif. Jika perjalananmu tidak berjalan dengan baik dan kejadian buruk menimpa, kamu harus mengatur cerita supaya bisa menjadi suatu pelajaran dengan sudut pandang yang positif. 

Technically, people write the story max. 2 weeks after the trip. It keeps the memory fresh in your story. The longer you take time to write, the feeling or the memory will be lost gradually. 

Secara teknis, orang menulis cerita perjalanan paling maksimal 2 minggu setelah liburannya. Ini menjaga ingatan masih segar tertuang di ceritamu. Semakin lama kamu menulis ceritanya, perasaan dan ingatan itu akan hilang secara perlahan. 

In this session, an editor from Bentang Pustaka named Nadia also shared information about how to propose your article to publisher. Nowadays, the culture of writing is massively growing fast as an impact of cyberspace. It has encouraged many people to write but unfortunately only some of their writings can be published because the publishers are very selective on choosing articles. Here, Nadia gave us an advice that we shouldn’t give up easily when a publisher refuses our article. Go to another publisher! 

Di sesi ini, seorang editor dari Bentang Pustaka bernama Nadia juga berbagi informasi tentang bagaimana mengusulkan artikelmu ke penerbit. Jaman sekarang, budaya menulis berkembang cepat dan masif sebagai akibat dari dunia maya. Ini mendorong banyak orang untuk menulis tapi sayangnya, hanya beberapa tulisan mereka yang bisa diterbitkan karena penerbit sangat selektif dalam memilih artikel. Di sini, Nadia memberi saran untuk kita tidak mudah menyerah ketika penerbit menolak artikel kita. Coba ke penerbit lain! 

Session IV: Work and Holiday Visa (WHV)

Sesi IV: Work and Holiday Visa (WHV)

IMG_0299

Mariza lagi asik berbagi pengalaman WHV.

Wohooo I also love this session since I was a WHV holder last year in Australia haha. The speaker of the session was Mariza Melia who just finished her WHV few months ago. She told us her epic life moment as a WHV warrior in Perth. 

Wohooo saya juga menyukai sesi ini mengingat saya adalah pemegang WHV tahun lalu di Australia haha. Pembicara sesi ini adalah Mariza Melia yang baru saja menyelesaikan WHV beberapa bulan lalu. Ia bercerita pengalaman hidup serunya selama menjadi pejuang WHV di Perth. 

She explained about the visa conditions, visa application process, how to find jobs in Aussie, salary rates, etc. You can browse the visa information on internet easily or join a WHV group on Facebook to seek any information about WHV. 

Ia menjelaskan tentang persyaratan visa, proses pengajuan visa, bagaimana mendapatkan pekerjaan di Australia, gaji, dan sebagainya. Kamu bisa mencari informasi visa ini di internet dengan mudah atau bergabung di grup WHV di Facebook. 

“The visa is suitable for young people who love challenge”, she said. 

“Visa ini cocok buat orang-orang muda yang menyukai tantangan”, katanya.

IMG_0310

Yes, I got them! Hahaha

Overall, the talk show was very fun and I gained many useful information to upgrade my travel skill. Well, who say a traveler doesn’t need skill? Another best part of this event was the gift! My friend and I was very happy to bring new books and merchandise home, hahahaha. OPS, one more! While I was writing this post, I got a notification on my Twitter that I won a shirt from Mariza! Whooohoooo it just completed my happiness haha! 

Secara keseluruhan, talk show ini seru dan saya mendapatkan banyak informasi berguna untuk meningkatkan travel skill saya. Jadi siapa bilang seorang pelancong tidak membutuhkan skill? Bagian terbaik lainnya dari talk show ini adalah hadiahnya! Teman saya dan saya sendiri sangat senang bisa membawa pulang buku dan merchandise hahahaha. OPS, satu lagi! Ketika sedang menulis artikel ini, saya baru saja mendapat pemberitahuan di Twitter kalau saya menang sebuah kaos dari Mariza! Whooohoooo kebahagian lengkap sudah haha! 

Advertisements

2 thoughts on “Travel Talk Show & Gathering

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s