Bangkok! Serba-Serbi Persiapan Bolang

IMG_6660Saya kembali!
Wow, saya nggak mengira sudah setahun tidak menulis di blog ini haha..Setelah pulang dari liburan di India tahun lalu, seharusnya saya nge-post cerita perjalanannya di sini. Tapi apa daya, saya harus kejar target seminar proposal studi saya yang agak meleset dari jadwal (yuhu, saya mahasiswa seperti pada umumnya yang selalu dikejar pembimbing hahaha). Alhasil, saya harus fokus menyelesaikan studi saat itu.Dan puji Tuhan, saya lulus di bulan Februari. Yeay!

IMG_0482

 

 

Buat yang ingin tahu cerita perjalanan saya di India, silakan nonton video perjalanannya di Coemi’s Youtube Channel ya. Mungkin videonya masih kurang menceritakan serunya momen mbolang di sana, tapi seenggaknya itu gambaran sekilasnya hehe..

 

 

Di post kali ini saya nggak pakai dwi bahasa seperti sebelumnya untuk efisiensi waktu (aslinya males aja sih :p). Oke, ini cerita bagian pertama perjalanan ransel saya di negeri gajah putih. Ya, Thailand! Sebuah kisah bolang penutup  untuk‘novel’ paspor saya yang masa berlakunya sudah hampir habis, haha.. Jadi ceritanya setelah pulang dari Thailand, banyak teman saya yang bertanya seputar backpacking ke Thailand. Nah sebenarnya dari situlah muncul niat buat update blog ini. Post ini belum akan bercerita detail mengenai ‘kemana dan ngapain’ selama saya di sana. Kali ini saya akan bagi info terlebih dahulu tentang bagaimana mempersiapkan perjalanan ini.

Kenapa Thailand?IMG_0483

Waktu itu ada beberapa pilihan antara Thailand, Vietnam, atau Myanmar.Setelah bertanya serong kanan kiri, akhirnya keputusan jatuh pada Thailand dengan beberapa alasan.Pertama, karena Thailand lebih popular (hasil survey amatiran).Kedua, biaya akomodasi dan lain-lain murah (nggak jauh beda dengan Indonesia). Ketiga, ingin lihat lady boy hahahaha!

Di Kota Apa?

Bangkok!

Berapa Lama di Sana?

IMG_9227

Saya berlibur selama 5 hari di sana. Awalnya ingin 2 minggu dengan rencana mendarat di Chiang Mai dulu dan berkelana beberapa hari, lalu pindah ke Bangkok lanjut ke Krabi lalu pulangnya lewat jalur darat (naik bis) sampai Malaysia, nyebrang laut sampai Indonesia baru deh ambil penerbangan domestik kembali ke rumah. I know, it will be a very long trip. Tapi buat saya terlihat asik sih hahaha.Apa daya, bulan dimana saya ambil liburan bertepatan dengan minggu-minggu proses rekrutmen saya. Jadi ambil amannya, saya pergi 5 hari saja dengan tujuan Bangkok.Dan benar saja setelah booking tiket pesawat, jadwal tes rekrutmen saya keluar dan itu 3 hari setelah tanggal kepulangan. Fyuhh…. Lucky me.

 

 

Gimana Caranya Berburu Tiket Pesawat?

Well..karena saya ala backpacker, tentunya saya nggak akan pilih tiket sekali pergi ke sana dengan tarif 1,3an lah ya. Jauh-jauh hari saya sudah pantau tiket dari aplikasi traveloka.Kadang info promonya keliatan di timeline bbm saya. Ingat ini sharing info ya, nggak ada tiket endorse dari empunya aplikasi hahaha..kalian juga bisa pantau dari aplikasi travel lainnya kok. Oke balik ke cerita, jadi begitu tau ada direct flight IMG_9231dari Jakarta ke Bangkok (Don Muang Airport) dengan maskapai Thai Lion harga 566.799 (kembali 1 rupiah), saya langsung booked the ticket. Waktu itu saya nggak langsung pesan tiket pulangnya karena harga penerbangan pulang  masih 1 juta ke atas. Setiap hari saya rajin cek harga tiket (termasuk berdoa tanya sama Tuhan kapan harga tiket diturunkan hahaha). Sampai 16 hari kemudian, nemu harga tiket yang miring langsung booked. Untuk pulangnya, saya pakai Tiger Airways (berangkat dari Suvarnabhumi Airport – Jadi ngerasain 2 bandara berbeda di Bangkok kan) lalu transit di Singapore semalam dengan harga tiket 875.288 (tanpa bagasi – nggak masalah buat saya karena saya sudah rencana cuma bawa 1 ransel saja). Total tiket pesawat saya nggak sampai 1,4to hehe.. Tapi itu dihitung berangkat dari Jakarta.Saya masih harus tambah tiket pesawat dari Semarang ke Jakarta PP sekitar 700an ribu. Sebenarnya ada cara yang lebih nggembel yaitu pakai kereta ekonomi, tapi balik lagi ke masa liburan yang sangat amat terbatas, jadi saya lebih pilih yang cepat.

Apa Saja Isi Tas?

IMG_9906

 

Seperti yang sudah saya katakan di atas, saya bepergian tanpa bagasi. Saya hanya bawa 1 tas ransel 28L untuk memuat perlengkapan perang selama bolang. Yakin cukup?Sepengalaman saya sih cukup, itupun saya masih ada space kosong di dalamnya. Saya hanya bawa barang-barang yang penting saja seperti baju ganti (dengan lipatan roll buat ngirit space di tas), jeans yang dipakai waktu berangkat (karena berat ye jeans), legging dan celana pendek yang ringan, handuk kecil, catatan dan bolpen, 1 kantong isi charger, kamera, powerbank, kabel usb, dan tongsis(!), botol minum, topi, sandal, dan dokumen kaya paspor dan bukti bookings. Untuk perlengkapan mandi saya tinggal beli di 7-11 di sana. Simpel kan? Saya berusaha menjaga ransel saya tetap ringan dan nyaman dipakai karena saya berencana lebih banyak jalan kaki di Bangkok.

 

Menginap Dimana?

Saya menginap di hostel. Hostel jadi pilihan terbaik untuk menginap buat para backpackers karena harganya yang jauh lebih murah dan bisa berkenalan dengan backpackers dari belahan bumi lain. Contoh nih, waktu di Sydney, saya dapat roommate dari New Zealand. Di Hobart, dapat roomates dari Jerman, Yunani, Italia, Taiwan. Nah di Bangkok kemarin, saya dapat roomates dari Belanda. Buat kamu yang bertipe suka bertemu orang asing dan tentunya nggak keberatan sekamar dengan orang lain, kamu bisa pilih hostel. Atau kalau kamu pergi bersama segerombolan teman, malah bisa book sekamar diisi segeng hehe..

Untuk book hostels, saya pakai agoda.com. Faktor utama penentu pilihan hostel tergantung destinasi wisata yang dikunjungi. Karena saya orangnya suka city walk

IMG_9296

Salah satu sisi lobby Hostel Yodsiam. Kece kan haha..

tour, sebisa mungkin saya eksplor sudut-sudut kota. Jadi saya menghindari tinggal di 1 tempat dan lebih pilih pindah-pindah hostel supaya waktu dan tenaga nggak terbuang hanya untuk kembali ke hostel sama yang mungkin lokasinya sudah jauh. Setelah riset selama 2 hari (cielah) sekaligus buat itinerary, akhirnya saya booking 3 hostels buat 4 malam di Bangkok. Hostelsnya Yodsiam Hostel Bangkok (2 malam, IDR 247,770), Badaka 99 Hostel (IDR 106,187), Glur Bharani Hostel (IDR 78,012).Semuanya dengan lokasi berbeda sesuai kedekatan dengan destinasi wisata yang mau dikunjungi besok paginya. Oh iya faktor lainnya penentu pilihan hostel adalah dari baca review hostels. Biasanya kalau terlalu banyak review yang ngga merekomendasi, saya nggak akan ambil.

Apa yang Ada di Itinerary?
IMG_9460

Setiap perjalanan saya hampir selalu ada 3 hal utama: wisata outdoor, wisata museum, dan wisata kuliner. Nah berhubung di Bangkok nggak ada spot buat hiking (semacam di Chiang Mai), saya coret 1 item itu. Rencana yang saya buat di hari pertama di Bangkok adalah city sightseeing. Mendarat di Bangkok jam 2 siang, saya sengaja nggak buat rencana apa-apa kecuali menikmati jalan kaki cari lokasi hostel dan cari makan malam (saved energy for the next day). Hari kedua, saya habiskan waktu eksplor the Grand Palace dan Wat Pho.Hari ketiga, wisata museum dari the Royal Barge Museum, the National Museum, dan the National Art Gallery.Hari keempat, berkunjung ke Jim Thompson’s House, nonton Cabaret Show dan coba Thai Massage.Hari kelima, belanja di pasar tradisional Chatuchak Park (yah namanya juga cewek ya).

Saya bukan tipe traveler yang suka eksplor banyak tempat dalam satu hari, alias lebih suka menikmati perjalanan dan destinasi wisata tanpa diburu waktu. Jadi sebisa mungkin saya buat itinerary yang simpel tapi akan menghasilkan momen bermakna (uhuk!).

 

Transportasi di Sana Gimana?

IMG_9261Untuk transportasi saya lebih suka transportasi publik dan jalan kaki. Mostly, I walked. Jadi waktu buat itinerary, saya sekalian buat rute jalan kaki antar destinasi wisata.Ada keasikan sendiri ketika jalan kaki (selain ngirit ongkos transportasi ye) yaitu bisa lihat kehidupan lokal lebih dekat. Live like a local, salah satu tujuan wajib misi bolang. Untuk perjalanan yang lebih jauh, bisa pakai MRT, bis umum, atau tuk-tuk. Bis dalam kota di sana gratis loh ternyata, hehe.. Sebisa mungkin sudah browsing rute transportasi publik dari Indonesia jadi di sana nggak bingung, apalagi di sana jarang yang bisa bahasa Inggris jadi akan lebih baik kamu sudah punya peta rute dulu.

 

Pakai Provider Apa?

IMG_0485

 

Namanya juga bolang, nggak lengkap liburan tanpa update di social media dong ya hehe. Sebisa mungkin kamu pakai provider lokal di sana. Ada banyak pilihan provider yang bisa kamu pakai dan beli waktu sampai di bandara sana. Saya pakai dtac dengan harga 299 baht, unlimited selama 7 hari. Penggunaan internet saya memang banyak untuk browsing info di sana dan GPS (biar meyakinkan diri nggak tersesat hihi).

 

Persiapan Cash Selama Bolang?

Basically, saya traveler dengan budget terbatas tapi sebatas-batasnya budget harus ada plan B juga. Jangan sampai kehabisan uang sebelum pulang, bisa jadi gembel di sana nanti haha. Saya perhitungkan total biaya makan, transportasi, sampe beli oleh-oleh di sana lalu tukar rupiah ke bath di money changer di Indonesia. Kalau tukarnya di dalam negeri, harga rupiah biasanya lebih tinggi ketimbang di tukar di Bangkok.Untuk berjaga-jaga, saya juga beli USD. Plan B saya berjalan di Bangkok ketika di hari keempat Bath saya habis, akhirnya pagi-pagi saya tukar USD ke Bath di money changer di sana. Kenapa USD, karena mata uang tersebut diterima secara universal sehingga nilai tukarnya ngga terlalu berfluktuasi hehe.

Serius, Solo Travel?

IMG_9587

Salah satu keuntungan jadi solo traveler, making new friends!

100% serius.Ini bukan karena saya jomblo ya, tapi dasarnya saya suka bepergian sendiri. Nggak sedikit yang mengira saya bercanda ketika ditanya ‘Sama siapa kesana?’.Kebanyakan nggak percaya saya berani solo travel.Fyi, ini bukan pertama kalinya saya bepergian sendiri. Doing solo travel makes me open my mind widely to new things. Juga bepergian sendiri itu ringkes hehe.Saya nggak menutup kemungkinan pergi ramai-ramai, tapi buat saya memang paling seru solo travel. It’s the best me time.

 

IMG_9360

 

 

Oke, itu semua cerita persiapan bolang ke Bangkok. Lebih ke post ala tips sih ya hehe.. Cerita harian perjalanannya akan saya update di post selanjutnya (hopefully soon). Yah doaken saja nemu waktu senggang lagi :p.

See ya!

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s